Tampilkan postingan dengan label Agus Yudhoyono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agus Yudhoyono. Tampilkan semua postingan

Tim Ahok - Djarot Puji Sikap Netral Agus Yudhoyono


SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Bersubtitle Indonesia - Keputusan Agus Harimurti Yudhoyono untuk tidak memihak salah satu calon gubernur atau bersikap netral pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, diapresiasi oleh tim Ahok-Djarot.

"Keputusan itu tentu telah dipikirkan secara matang oleh Mas AHY dan timnya demi kemaslahatan rakyat," ujar jubir Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (16/3/2017).

Menuruti Toni, keputusan AHY tersebut telah menangkis anggapan bahwa AHY akan otomatis mendukung Anies-Sandi.

"Keputusan itu juga menghancurkan 'mitos-mitos politik' yang diciptakan pasangan calon nomor tiga selama ini, bahwa 17 persen suara AHY otomatis berpindah ke mereka karena kesamaan sentimen," kata Toni.

BACA JUGA :


"Paslon nomor 3 sering bilang  bahwa 56 persen pemilih Jakarta adalah anti-Ahok. Keputusan Mas Agus sekaligus menunjukan bahwa Mas Agus calon pemimpin masa depan yang bukan subordinasi Mas Anies," tambah Toni.

Bahkan, kata Toni, sikap netral AHY justru membuka peluang yang lebih besar perpindahan suara pendukung AHY kepada Ahok-Djarot.

"Tujuh belas persen pemilih Mas AHY profilnya adalah para nasionalis dan Islam moderat. Sulit membayangkan secara ideologis mereka bergabung dengan para pendukung Mas Anies-Sandi, yang profil ideologis berbeda." ucap Toni.

Toni menyebut, tim Ahok-Djarot berterima kasih atas sikap netral AHY di putaran dua Pilkada DKI. "Sekali lagi, terima kasih atas sikap non-blok Mas AHY," Toni menandaskan.

Anies - Sandiaga Ambil Strategi Agus Yudhoyono Untuk Menangkan Pilkada DKI 2017


SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Bersubtitle Indonesia - Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan akan mengadopsi salah satu program dari pasangan calon (paslon) cagub dan cawagub yang gagal masuk ke Pilkada DKI 2017 putaran dua, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, pesaing mereka terdahulu.

Program yang bakal diadopsi itu adalah program dana bantuan Rp 1 miliar per RW. Hal tersebut sempat diutarakan Anies pada acara deklarasi presidium relawan Agus - Sylvi for Anies - Sandi di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa, 7 Maret 2017.

"Iya bahkan kita berencana lebih banyak lagi ya jumlahnya, secara jumlah bervariasi tiap wilayah," ujar Anies.

Menurut Anies Baswedan, secara prinsip program Agus-Sylvi tersebut dinilai baik. Hanya saja, pihaknya tengah menyiapkan pengemasan dan teknis pelaksanaan program tersebut untuk dijadikan salah satu program pada kampanye Pilkada DKI 2017 putaran dua.

"Kita buat itu tiap RW punya nilai yang berbeda-beda bahkan bisa sampai Rp 3 miliar," ujar Anies.

Hal yang sama kembali ditegaskan Sandiaga Uno saat hari ini melakukan kunjungan media ke Kantor Liputan6.com, Rabu (8/3/2017). Ia menegaskan jika terkait program dana Rp 1 miliar tersebut ia dan Anies akan lebih fokus pada program kegiatannya bukan pada membagikan dana.

"Kami sudah sampaikan bahwa kita punya program RW siaga yang berbasis tentunya kegiatan, bukan berbasis membagi dana," terang Sandiaga.

BACA JUGA :


Untuk itu, Sandi menyampaikan bahwa dana diberikan berdasarkan program yang diajukan. Jadi, bukan memberikan dana terlebih dahulu baru dibuat program. Hal ini untuk meminimalisasi penyelewengan dari dana yang diberikan.

"Di RW siaga itu kalau kita lihat kalau RW-nya sangat besar dan sangat banyak kebutuhannya, bisa di atas bisa di bawah (Rp 1 miliar). Tergantung. Tapi kita akan fokus pada programnya bukan pada jumlah nilai nominalnya," papar dia.

Program yang dimaksud Sandi seperti program penanggulangan narkoba, program-program kesehatan jiwa, peningkatan kesejahteraan dari kader-kader Jemantik (Juru Pemantau Jentik) dan kader-kader PKK.

"Kegiatan kerohanian baik itu taklim maupun kegiatan-kegiatan yang dirasakan memperkuat RT-RW itu sendiri," tambah Sandi.

Sebagai informasi, pada Pilkada DKI 2017 putaran pertama, Anies Baswedan justru sempat mengkritik program dana bantuan Rp 1 miliar per RW milik Agus-Sylvi ini. Dia menilai program tersebut tidak memiliki kejelasan dalam pelaksanaannya dan tidak berasaskan keadilan.

"Angka Rp 1 M sudah ada di APBD kok, jadi ini perlu (lebih) dari sekedar gimmick, Jakarta perlunya kegiatan nyata," ujar Anies kepada awak media di Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU).

Demokrat: Dukungan Cagub Pilkada DKI Putaran 2 Harus Lewat Rapat


SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Bersubtitle Indonesia - Partai Demokrat menegaskan hingga saat ini belum menentukan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan didukung di Pilkada DKI putaran kedua.

Juru Bicara DPP Partai Demokrat Imelda Sari menyatakan, sejumlah dukungan, baik ke pasangan Ahok-Djarot atau Anies-Sandi yang dilakukan relawan atau simpatisan Agus-Sylvi bukan representasi sikap Partai Demokrat.

"Untuk menentukan dukungan kan harus melaui rapat dulu dengan ketua umum dan jajaran pengurus, kita belum lakukan itu," ujar Imelda saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (2/3/2017).

Sebelumnya, relawan Agus-Sylvi mendeklarasikan dukungannya ke pasangan Anies-Sandi, 1 Maret kemarin.

BACA JUGA :


Para relawan pun sempat meminta Sandiaga Uno untuk memakai pakaian khas milik paslon nomor satu, tacticool. Baju tersebut dimodifikasi dengan mengganti nomor 1 menjadi nomor 3.

Sikap relawan ini menuai protes dari kader Partai Demokrat, salah satunya adalah Rachland Nashidik. Melalui akun Twitternya, dia memprotes sikap cawagub yang mengenakan pakaian khas milik paslon nomor satu yang telah dimodifikasi.

"Bukan cuma memetik tanaman di pekarangan tetangga tanpa ketuk pintu pemilik rumah -- tapi juga maling baju tetangga yang lagi dijemur," tulis Rachland di akun Twitternya, 22 jam yang lalu.

Rebut Suara, PDIP Mulai Lobi Partai Pendukung Agus-Sylvi


SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Bersubtitle Indonesia - PDIP kini tengah melobi tiga partai pendukung Agus Yudhoyono-Sylviana Murni saat Pilkada DKI putaran pertama. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto berharap PPP, PAN dan PKB memberikan dukungan pada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat di putaran kedua.

"Ya sesuai dengan arahan Ibu (Megawati Soekarnoputri) komunikasi politik makin intens kami lakukan. Perhitungan di KPU sedang dilakukan, tanggal 4 Maret seluruh kerjasama partai sudah pasti," ujar Hasto di DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2017).

Hasto menambahkan, partai koalisi pendukung Ahok-Djarot kini tengah membagi tugas. PDIP sendiri bertugas melobi PKB. Sementara Golkar tengah melobi PPP. Termasuk Nasdem dan Hanura yang juga mulai mendekati partai politik lainnya.

BACA JUGA :


"Semalam sudah dilakukan rapat, sesuai tahapan KPU akan kami pastikan tanggal 4 Maret kami sudah mendapatkan dukungan," kata dia.

Hasto pun tak mau langsung mendeklarasikan dukungan yang diberikan PPP, PKB dan PAN lantaran KPU masih melakukan penghitungan suara.

Menurutnya, partai koalisi pendukung Ahok-Djarot saat merupakan koalisi yang saling melengkapi satu sama lain.

"Misal Nasdem, punya perang udara (siaran TV), dengan Golkar di pasukan perang darat (door to door),  Hanura pergerakan perempuan, banyak yang aktif door to door," kata Hasto.

Demokrat Belum Putuskan Dukung Siapa di Putaran Kedua Pilkada DKI


SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Bersubtitle Indonesia - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, menilai sikap Agus Harimurti Yudhoyono mengakui kekalahannya di Pilkada DKI merupakan bentuk patriotisme.

"Itu suatu sikap patriotisme. Justru tepat," ucap Syarief, Jakarta, Kamis 16 Februari 2017.

Syarif mengaku belum tahu ke mana dukungan Demokrat akan diberikan usai Agus - Sylvi kalah di Pilkada DKI. Jika ada yang sudah mendukung salah satu pasangan calon yang lolos ke putaran kedua, menurut dia, itu hanya relawan bukan sikap resmi partai.

"Belum diputuskan (kami ke paslon mana). Itu relawan, bukan partai-partai pengusung AHY," jelas Syarief.

BACA JUGA :


Ketua Komite Nasional Masyarakat Indonesia Alex Asmasoebrata, mengajak pendukung pasangan Agus-Sylvi mendukung Anies-Sandi pada Pilkada DKI putaran kedua.

Sebelumnya Alex merupakan bagian dari pendukung Agus-Sylvi di Pilkada DKI putaran pertama.

Sejumlah pendukung Agus-Sylvi menandai momen peralihan dukungan mereka ke Anies-Sandi dengan pemasangan pin bergambar angka 3 di baju Alex. Momen ini bagian dari deklarasi dukungan relawan Agus-Sylvi kepada Anies-Sandi. Deklarasi berlangsung di Jalan Cikajang No. 60, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

PDIP Sebut Agus Yudhoyono Sosok Pemimpin Baik



SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Bersubtitle Indonesia - Politikus PDIP Junimart Girsang, memuji sikap calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang iklas menerima hasil hitung cepat perolehan suara Pilkada DKI Jakarta. Dari hitung cepat Pilkada DKI, pasangan Agus Yudhoyono - Sylviana Murni memperoleh hasil terendah.

"Kita salut dengan sikap Pak Agus dengan jiwa besar, jiwa kepemimpinan dengan langsung mengatakan hormat dan menghargai hasil pilkada ini," kata Junimart di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2/207).

Anggota Komisi III DPR ini menambahkan, sikap putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu patut dicontoh oleh calon-calon lainnya di pilkada serentak ini.

BACA JUGA :


"Kita salut dan kita hargai saya kira harus seperti itu ya pemimpin yang baik, harus ditiru itu," ujar dia.

Selain itu, kata Juminart, pujian terhadap Agus Yudhoyono juga datang dari calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Putnama atau Ahok. Agus dalam pidatonya semalam, mengaku telah menelepon Ahok dan calon Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengucapkan selamat.

"Saya telepon Ahok bahwa itu pemimpin yang baik harus ditiru, itu langsung menelepon mengakui. Mengakui bahwa belum waktunya untuk memimpin, kita tidak menyangka kita hargai, itu sebagai figur pemimpin yang baik," ucap Junimart.

Tim Badja : Ahok - Djarot Habiskan Dana Kampanye Rp 53,6 Miliar



SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Bersubtitle Indonesia - Tim kampanye Basuki-Djarot atau Badja melaporkan pengeluaran dana kampanye rakyat pasangan calon nomor urut dua. Tercatat, sebesar Rp 53,6 miliar telah digunakan untuk seluruh biaya operasional kampanye Ahok-Djarot.

Pengeluaran tersebut digunakan sejumlah kegiatan Ahok-Djarot, seperti operasional masa kampanye senilai Rp 24,5 miliar, pertemuan terbatas Rp 9,2 miliar, pertemuan tatap muka Rp 7,3 miliar, rapat umum (konser Gue2) sebesar Rp 5,3 miliar, dan kegiatan lain-lain Rp 1,8 miliar.

"Serta operasional posko sebesar Rp 1,4 miliar," papar Bendahara Badja, Charles Honoris, di Rumah Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (12/2/2017).

BACA JUGA :


Dari total sumbangan, lanjut Charles, angka didapat yakni Rp 60,1 miliar masuk ke kas dana kampanye Badja.

"Total sumber dana (bisa digunakan) sebesar Rp 58,1 miliar berasal dari aktivitas patungan Kampanye Rakyat, sedang dari pasangan calon sendiri, masing-masing sebesar Rp 500 ribu dan sumbangan dari sumber lain-lain," jelas Charles.

Ia melanjutkan, "Namun, dana dari 2.000 partisipan dengan jumlah Rp 1,7 miliar belum bisa digunakan karena penyumbang belum melengkapi surat pernyataan penyumbang yang resmi dikeluarkan KPUD."

Sebagai informasi, setiap penyumbang dana kampanye diwajibkan mengisi formulir yang disediakan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Hal tersebut dikarenakan penyumbang tidak bisa secara rahasia tanpa menjelaskan identitas (NPWP) lantaran untuk keperluan audit laporan pendanaan.

Tiba di Lokasi Debat, Djarot Mohon Doa dari Pendukungnya



SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Bersubtitle Indonesia - Pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat tiba di lokasi acara Debat Cagub DKI 2017.

Sebelum memasuki lokasi acara debat, Cawagub Djarot sempat meminta doa restu dari seluruh warga Jakarta dan pendukungnya agar sesi debat final ini berlangsung lancar.

"Kami mohon doa restu supaya debat terakhir ini berjalan baik dan lancar. Dan rakyat mampu memilah mana yangg sekadar janji dan mana yang kerjakan sesuatu," ujar Djarot di ruang Auditorium Birawa Hotel Bidakara, jakarta, Jumat (10/2/2017).

BACA JUGA :


Djarot juga berharap agar pemilihan yang berlangsung pada 15 Februari 2017 mendatang berlangsung aman dan damai. "Sehingga kita bisa beri contoh demokrasi di Jakarta adalah demokrasi yang dewasa, menghargai toleransi, penuh kesejukan dan benar-benar mampu menyejahterakan rakyat," ucap dia.

Pada debat putaran ketiga pasangan Cagub-Cawagub DKI 2017 ini,  Alfito Deanova ditunjuk sebagai moderator. Lokasi debat tetap di Hotel Bidakara.

Debat Cagub DKI ini mengangkat tema kependudukan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta, dengan lintas tema terkait dengan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, antinarkotika, dan kebijakan untuk disabilitas.

Soal Demo Mahasiswa di Rumah SBY, Ini Kata Wapres Jusuf Kalla


Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi curahan hati Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal demonstrasi di kediamannya. Kalla mengatakan, demonstrasi tak tepat ditujukan kepada SBY. "Kalau saya baca itu kan tidak relevan juga dengan pak SBY," kata Kalla di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa 7 Februari 2017.

Kalla mengatakan, demonstrasi di kawasan Kuningan itu meneriakkan persoalan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Padahal, SBY diketahui tak pernah bicara tentang SARA. Kalla juga mengaku heran demonstrasi bisa dilakukan di depan kediaman mantan orang nomor satu di Tanah Air.  "Itu pertanyaan juga, isunya tidak ada yang berhubungan dengan pak SBY malah," ucap Kalla.

Ketua Jambore Mahasiswa di Cibubur, Septian dari Universitas Muhammadiyah Tangerang, mengatakan aksi ke rumah presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Senin, 6 Februari 2017, direncanakan di arena jambore. Septian mengatakan demo ratusan mahasiswa peserta jambore itu tidak ditunggangi aktor politik.

"Aksinya direncanakan setelah hari kedua (jambore). Kami musyawarah mufakat. Kemudian, ada gagasan serta ide yang dikeluarkan, dirumuskan. Makanya kami berangkat untuk aksi," kata Septian saat dihubungi Tempo, Selasa, 7 Februari 2017.

Septian mengatakan aksi itu murni direncanakan dan disepakati seluruh mahasiswa dalam jambore tersebut. Menurut dia, aksi itu bukanlah unjuk rasa karena hanya sekadar membagikan selebaran berisi empat poin tuntutan mereka.

Adapun isi empat isi tuntutan tersebut, yaitu menolak dan melawan isu SARA dan seluruh upaya adu domba rakyat, menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan, tolak dan lawan organisasi radikal yang anti-Pancasila, serta usut tuntas semua kasus korupsi tanpa pandang bulu.

Terkait dengan lokasi demo di depan rumah SBY, Septian mengatakan tak ada niat untuk menyerang. Pemilihan rumah SBY di Mega Kuningan dinilai paling bisa menarik perhatian. "Jadi kami namanya kaum intelektual berpikir dengan kegiatan sebesar ini bagaimana agar menjadi pusat perhatian. Ini istilahnya nyeleneh-nyelenehnya anak muda," kata Septian.

Aksi itu juga, kata Septian, adalah puncak dari jambore yang digelar sejak hari Sabtu, 5 Februari 2017. Septian mengklaim seluruh peserta aksi yang berjumlah kurang lebih 3.000 orang berangkat ke rumah SBY. Namun aksi itu dibubarkan sebelum massa seluruhnya terkumpul. Polisi membubarkan aksi itu karena tidak membuat pemberitahuan sebelumnya.

Septian menyanggah keras anggapan bahwa ada aktor politik di balik aksi mereka. Septian menyangkal demo itu dimotori Adian Napitupulu. Nama politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu disebut-sebut terlibat dalam aksi tersebut. "Sehebat apa Adian Napitupulu bisa menggerakkan 3.000 isi kepala mahasiswa yang notabene adalah kaum intelektual. Sakti banget dia. Enggaklah," kata Septian.

Ia justru menyayangkan adanya tuduhan kepada para mahasiswa itu. "Aneh elite-elite politik kita. Mendiskreditkan peran mahasiswa banget," kata dia.

Kemarin, publik diramaikan dengan adanya aksi ratusan mahasiswa di dekat kediaman SBY di Jalan Mega Kuningan Timur VI, Setiabudi, Jakarta Selatan. SBY langsung bercuit di akun Twitter pribadinya dan mengatakan ada agitator dan provokator di balik aksi mahasiswa tersebut.

SBY : Agus - Sylvi Akan Bawa Dampak Besar Pada Jakarta


SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Bersubtitle Indonesia - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meyakini pasangan Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni akan mengubah DKI Jakarta ke arah yang lebih baik. SBY pun meminta masyarakat memilih pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta nomor urut 1 itu.

"Kita mohon pada Allah, Agus-Sylvi diizinkan pimpin Jakarta yang kita cintai," kata SBY di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (4/2/2017).

SBY mengawali pidatonya dalam Apel Siaga Partai Pendukung Agus-Sylvi dengan menyampaikan alasannya turun langsung dalam acara itu. Dia mengaku prihatin terhadap kondisi Jakarta dan umumnya Indonesia.

"Mestinya saya pensiun, tapi kenapa saya turun gelanggang? Karena saya melihat situasi yang memprihatinkan. Situasi Jakarta dan situasi Tanah Air kita," ujar SBY.

"Kita ingin Jakarta di masa depan makin baik, makin maju, tidak terus gonjang-ganjing seperti sekarang ini, tidak boleh berjarak satu sama lain. Tidak boleh pemimpinnya tidak amanah dan tidak mencintai rakyatnya," imbuh SBY.

BACA JUGA :


SBY pun yakin pasangan Agus-Sylvi mampu memenuhi harapan masyarakat Jakarta. Dia menyebut pasangan nomor urut 1 itu akan membawa Jakarta ke arah lebih baik.

"Itulah kenapa saya turun gelanggang. Karena saya yakin Agus-Sylvi akan mengubah Jakarta ke arah lebih baik. Agus-Sylvi datang untuk memenuhi harapan masyarakat Jakarta," ucapnya.

SBY juga menyinggung bila selama ini masyarakat Jakarta menunggu pemimpin sejati yang cinta kepada warganya. Dia pun mengatakan Jakarta akan berubah ke arah lebih baik dengan hadirnya Agus-Sylvi.

"Terlalu lama mereka menunggu pemimpin sejati, cerdas, tegas, tapi sayang pada rakyatnya. Bukan pemimpin yang... Saudara tahu semuanya. Pemimpin yang tidak konsisten dan kiri-kanan oke. Kalau kiri-kanan oke, kalau tidak sayang rakyatnya, bukan pemimpin rakyatnya, kalau tidak mencintai rakyat dan tidak konsisten, Jakarta dapat apa?" kata SBY.

"Mari kita bersatu untuk itu. Sampaikan ke saudara-saudara kita, sahabat-sahabat kita, kalau ingin mengubah Jakarta lebih baik, insya Allah Indonesia juga akan lebih baik. Maka jawabannya hanya 1. Hati Saudara bisa saya baca. Jakarta berubah ke arah yang lebih baik dengan hadirnya Agus-Sylvi," kata SBY.

Ini 5 Keunggulan Ahok-Djarot Dibanding Pasangan Calon Gubernur Lainnya



SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Subtitle Indonesia - Pilkada DKI akan berlangsung pada 15 Februari 2017. Jakarta memiliki satu bulan lagi untuk menentukan pilihan akan pemimpinnya selama lima tahun ke depan. Ada beberapa fakta penting tentang Ahok-Djarot yang perlu kamu ketahui sebelum pergi TPS dan menggunakan hak demokrasi-mu.

Inilah mengapa mereka layak menjadi pemimpin ibukota Indonesia! Jangan lupa, sebarkan cerita ini ke teman, kolega dan saudara lainnya agar mereka juga dapat mempercayakan hak pilihnya pada Gubernur dan Wakil Gubernur petahana kita, Ahok dan Djarot.

1. Politik Tanpa Basa-basi
Mengusung slogan “kerja, kerja dan kerja,” Ahok-Djarot telah berhasil melunturkan sebagian besar apatisme masyarakat terhadap pemerintahan. Janji politik yang biasa diberikan oleh calon pemimpin tidak menjadi andalan nomor urut dua ini. Tanpa basa-basi, Ahok-Djarot bekerja dengan nyata dan akhirnya, mereka dapat merebut simpati masyarakat.

Dulu, ada dari beberapa orang yang tidak peduli dengan dinamika politik Indonesia. Mereka beranggapan, “buat apa partisipasi dalam pemilu, semua calon sama saja”. Pilkada 2017 ini mengubah wajah perpolitikan Indonesia dengan hadirnya Ahok-Djarot yang berpolitik tanpa basa basi. Masyarakat pun menjadi antusias untuk aktif menggunakan hak demokrasi mereka.

2. Pejabat Negara yang Dapat Dijangkau Warga
Etos kerja Ahok-Djarot yang lebih menonjolkan peran Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai pelayan, bukan pejabat, merombak persepsi masyarakat akan birokrat. Publik cenderung menyamaratakan bahwa setiap pejabat itu malas, cenderung mempersulit, korup dan gila hormat. Paradigma ini kemudian diubah oleh Ahok-Djarot yang menunjukan bahwa birokrat juga mampu bekerja keras dan melayani rakyat dan menghasilkan karya yang nyata. Dengan rutinitas door-stop di Balai Kota, misalnya, warga bisa bercerita secara langsung kepada pemimpinnya mengenai berbagai suka duka kehidupan di ibukota.

BACA JUGA :


3. Memanusiakan Manusia Jakarta yang Dipandang Sebelah Mata
Misi utama Ahok-Djarot untuk membangun manusia Jakarta terbukti dari track record mereka selama ini. Sebagai contoh, sebelum kepemimpinan Ahok-Djarot, pasukan oranye yang kini menjadi pahlawan Jakarta dalam bidang kebersihan dan pencegahan banjir, tidak mendapat perlakuan dan bayaran yang layak. Dahulu, gaji mereka seringkali dipotong oleh pihak lain. Sekarang, semua pembayaran dilakukan dengan sistem cashless yang tercatat dan akurat sampai ke pihak yang berhak. Selain membuat pekerja menjadi lebih bersemangat, perekrutan ini membuka lapangan pekerjaan bagi warga DKI Jakarta.

Ahok-Djarot juga memanusiakan para penyandang disabilitas di ibukota. Berbagai inovasi dari guide block dan portal S di trotoar untuk membantu tuna netra, hingga Kartu Jakarta Pintar untuk Sekolah Luar Biasa dilakukan oleh Ahok-Djarot untuk memastikan adanya keadilan bagi seluruh warga Jakarta, terlepas dari latar belakang dan kemampuan mereka.

4. Merealisasikan Rencana Pembangunan yang Dahulu Hanya Angan-Angan
Pembangunan yang dilakukan oleh Ahok-Djarot sangat terasa oleh warga, mulai dari RPTRA untuk ruang bermain anak, fly-over untuk mengatasi kemacetan, trotoar nyaman untuk pejalan kaki, pemasangan sheet pile sungai dan danau di Jakarta untuk menuntaskan masalah banjir, dan pembangunan MRT dan LRT yang dulu hanya rencana belaka. Masyarakat pembayar pajak kini bisa merasakan nyata “reward” dari hasil pembayaran pajak mereka karena Ahok-Djarot tidak hanya berencana tetapi juga merealisasikan perencanaan itu dengan penuh tanggung jawab.

5. Pemimpin yang Terbuka Akan Hal Baru
DKI Jakarta, dalam naungan Ahok-Djarot, telah melihat banyak hal-hal baru. Aplikasi Qlue yang dapat dipakai untuk melaporkan keluhan yang ada di wilayah DKI Jakarta menjadi salah satu contoh inovasi yang langsung berhubungan dengan kehidupan warga. Selain itu, ada juga program Jakarta Smart City yang membuka informasi tentang Jakarta secara transparan ke publik. Ini membuktikan karakter Ahok-Djarot yang terbuka akan hal baru, selama ide itu dapat mewujudkan misi mereka untuk membangun manusia DKI Jakarta.

Apa lagi yang diragukan? Jangan lupa pilih nomor urut dua pada Pilkada DKI Jakarta, 15 Februari 2017 mendatang!

Ruhut Sitompul : Jangan Mau Dijanji Uang Rp 1 Miliar, Rp 500 Juta, Enggak Jelas!!


SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Subtitle Indonesia - Juru bicara pasangan Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, mengimbau warga Jakarta lebih pintar dalam memilih calon gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Terlebih, jika ada pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta yang menawarkan program pemberian bantuan uang.

"Jangan mau diiming-imingi mau dikasih Rp 1 miliar, Rp 500 juta, uangnya dari mana?" kata Ruhut, di kawasan Kalijodo, Jakarta Barat, Sabtu (14/1/2017).
Dia yakin program itu tak akan disepakati oleh DPRD DKI Jakarta jika program tersebut menggunakan APBD DKI Jakarta.

BACA JUGA :


Sebab, kata dia, mayoritas partai politik di DPRD DKI adalah pendukung Ahok-Djarot, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Golkar. Totalnya ada 52 dari total 106 kursi di DPRD DKI Jakarta. "APBD itu uang rakyat, DPRD mesti tidak setuju. Pendukung Ahok-Djarot di DPRD itu ada 65 persen," kata Ruhut.

Adapun program pemberian bantuan langsung sementara (BLS) ini merupakan program unggulan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Mereka menjanjikan pemberian dana sebesar Rp 1 miliar per RW per tahun dan Rp 50 juta untuk setiap pelaku UKM per tahun.

"Saya mohon, kita jangan sombong, tetap rendah hati, ajak masyarakat lain secara simpatik sampaikan kepada mereka apa yang sudah diberikan Ahok-Djarot. Mereka sebagai pelayan untuk membangun Jakarta ini," kata Ruhut.

Ruhut Sitompul : Debat Jadikan Rakyat Tahu Mana yang Terbaik


Berita Teraktual, Jakarta - Sosok kontroversial Ruhut Sitompul angkat bicara terkait debat cagub dan cawagub DKI Jakarta 2017. Menurut Bang Poltak, sapaan akrab Ruhut, suguhan debat membuat masyarakat semakin mengerti dan tidak bisa lagi dibodohi.

"Terus terang saja apa yang terjadi membuat rakyat semakin kritis, rakyat sekarang cerdas enggak bisa dibodohi lagi," kata dia, di Hotel Bidakara, Jumat, 13 Januari 2017, malam.

Menyinggung perbedaan haluan Ruhut dengan partainya, Sang Raja Minyak ini pun mengungkapkan tetap menjunjung rasa saling menghormati.

BACA JUGA :


"Kita hormati itu, begitu juga Pak Anies dan Sandi. Percaya tiga pasangan ini semua baik," ujar Ruhut bijak.

Lebih jauh, terkait debat, Luhut mengatakan memang pasangan calon nomor urut dua tidak luput dari kesalahan. Kendati begitu, tetap Ahok-Djarot-lah yang menurutnya paling terbaik.

"Nomor dua itu sudah berbuat, tak ada gading yang tak retak. Bagaimana kita melihat ada retaknya, tapi, retaknya pasangan nomor dua kan bisa dibuat lebih baik dan sempurna," tutup dia.

Sekjen Demokrat : Seluruh Warga Jakarta Selatan Dukung Ahok


Berita Teraktual, Jakarta - Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan yakin bisa memenangkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono- Sylviana Murni (AHY-Sylvi) di Pilgub DKI Jakarta 2017. Menurutnya, hampir seluruh kantong suara telah dikuasai. 

Pergi.com bagi-bagi voucher tiket pesawat Rp 100,000Hinca mengklaim, seluruh lembaga survei menempatkan pasangan AHY-Sylvi berada di atas dua kompetitornya, yaitu pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat ( Ahok-Djarot) dan Anis Baswedan- Sandiaga Uno. 

"Kami tidak takut, kantong-kantong Demokrat telah kita kuasai, di Jakarta tinggal di Jalan Proklamasi. Oleh karena itu AHY kita siapkan sampai akhir tahun (2016). Menurut semua survei, AHY berada di atas dua pasangan lainnya," kata Hinca dalam pidatonya usai proses pelantikan 100 pengurus DPD Demokrat Jawa Timur di Surabaya, Minggu (8/1).

Selanjutnya, usai Pilkada DKI Jakarta, Febuari mendatang, Demokrat akan kembali memanaskan Pilgub Jawa Timur 2018. 

BACA JUGA :


"Pilkada 2018 adalah Pilkada serentak ketiga. Pilkada ketiga, di Jawa Timur, Pilkada terbesar. Untuk itu, setelah Jakarta, kita akan konsentrasi di Jawa Timur. Kita akan keliling ke 38 kabupaten/kota," kata Hinca penuh semangat di hadapan ribuan kader Demokrat di Jawa Timur. 

Tak hanya itu, Demokrat juga berniat membangun kekuatan untuk kembali memenangkan Pilpres 2019. Suara Demokrat sempat merosot ke posisi empat di 2014. Padahal, di 2009, partai berlogo segitiga mercy ini sempat merasakan menjadi penguasa. 

"Pada bulan April, kerja-kerja politik akan kita lakukan. Partai ini harus menjemput bola jika ingin kembali memenangi (Pemilu) 2019," tegas Hinca. 

Dia mengatakan, Pilgub DKI Jakarta 2017, menjadi momentum penting bagi Partai Demokrat untuk kembali menguasai pemerintahan, setelah tergusur di Pemilu 2014. "Mulai hari ini, 38 hari ke depan, seluruh kader di Jawa Timur saya ajak untuk datang ke Jakarta, memastikan kemenangan kita di Jakarta," ajak Hinca.

Hinca juga menyebut ambisi partainya untuk bisa menguasai semua suara di pesta demokrasi, baik Pilkada maupun Pemilu yang akan digelar pada 2019 mendatang. 

"Untuk itu, saya mengingatkan pada Anda semua, para kader Demokrat untuk tidak tidur selama 24 jam. Yang tidur adalah mata kita, tapi hati dan pikiran kita tidak boleh tidur demi kemenangan Demokrat," katanya berambisi. 

Demi ambisi itu, kata Hinca, Demokrat memanggil seluruh kader-kader terbaiknya untuk ikut serta memenangkan suara Demokrat di semua ajang pesta demokrasi. 

"Setelah Jakarta, kita akan menghadapi Pilkada serentak ketiga dan yang terbesar adalah Jawa Timur. Saya panggil semua kader terbaik Demokrat. Mari kita kuasai kembali suara-suara kita, di Pilkada, Pilgub dan tentunya juga Pemilu 2019," tandasnya.

Polisi : Pengakuan Cagub Agus-Sylvi Mendapat Support Dana dari Gde Sardjana


Suami cawagub Sylviana Murni, Gde Sardjana, menerangkan bahwa dana yang ditransfer ke Zamran, tersangka pelanggar UU ITE yang diciduk pada momen 212, untuk bantuan biaya berobat. Namun polisi mengungkap pengakuan lainnya.

"Pengakuan Pak Gde, dia transfer buat dana kampanye, kan timsesnya nomor urut satu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Sabtu (31/12/2016).

Argo menjelaskan Gde beberapa kali mengirim dana ke Zamran. Ada yang buat kampanye, ada juga untuk dana pengobatan istri Zamran.

"Dia kirim Rp 5 juta, Rp 10 juta, terus Rp 5 juta," papar Argo.

"Ada buat kampanye, sama satu kali lagi katanya buat istrinya Zamran yang sedang sakit," sambungnya.

BACA JUGA :


Gde menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya sejak pukul 12.45 WIB hingga pukul 20.00 WIB, Jumat (30/12) kemarin.

Dia diperiksa karena polisi mendapat informasi keterkaitannya dengan pendanaan kasus dugaan makar. Gde membantah informasi tersebut.

"Itu fitnah. (Uang yang dikirim) untuk perkawanan, karena istrinya mau operasi," ujar Gde usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Begini Tanggapan Agus Saat Ditanya Peluang Menjadi Presiden RI


Berita Teraktual, Jakarta - Posisi gubernur DKI Jakarta belakangan ini begitu strategis. Apa yang dialami oleh Joko Widodo (Jokowi) yang kini menjadi Presiden, bisa menjadi rujukan.

Pada 2012, Jokowi maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta dengan posisi sebagai wali kota Solo. Setelah memenangi jabatan itu, hanya dalam waktu sekitar dua tahun, ia terjun berkompetisi dalam Pemilihan Presiden 2014.

Hasilnya, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla keluar sebagai pemenang, dan mengalahkan kompetitornya, Prabowo Subianto, yang berpasangan dengan Hatta Rajasa. Jokowi pun melenggang ke Istana, dan menjadi Presiden ketujuh RI menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono

Tak heran jika situasi atau persaingan pada Pilkada DKI Jakarta yang pemungutan suara akan digelar 15 Februari 2017 begitu sengit. Bahkan, elite-elite politik tingkat nasional turun langsung menjadi penyokong para calon gubernur dan wakil gubernur.

Misalnya, Megawati Soekarnoputri di kubu Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, lalu Prabowo Subianto di kubu Anies-Sandiaga Uno, dan terakhir SBY di kubu Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni.

BACA JUGA :


Saat berkunjung ke kantor redaksi VIVA.co.id, Agus pun bersedia menanggapi persoalan tersebut. Apakah jika terpilih sebagai Gubernur DKI, ia akan maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2019?

"Saya ingin sekali lagi mendudukkan situasi ini secara proper, sehingga tidak terjadi deviasi, tidak terjadi pengurangan energi yang tidak perlu dan menimbulkan spekulasi yang macam-macam. Dengan begini saja orang terlalu banyak asumsi," kata Agus.

Agus memilih untuk berkonsentrasi dan fokus pada Pilkada DKI Jakarta. Ia tidak ingin melangkah ke persoalan yang lain dahulu saat ini.

"Saya sekali lagi tidak mengatakan ini dalam rangkaian 2019 atau apa pun, saya ingin berhasil memenangi Pilgub DKI 2017," kata dia.

Lantas, secara pribadi, apakah Agus memiliki keinginan menjadi Presiden?
"Saya yakin setiap warga negara Indonesia memiliki cita-cita untuk menjadi salah satu putra terbaik bangsa," jawab putra sulung SBY tersebut.